Secangkir teh
Friday, May 14, 2010
7:07 AM
Pernah di suatu pagi
Secangkir teh disiapkan
Hangat dan manis
Membuat kita tak ingin berhenti bicara
Pernah di suatu pagi
Secangkir teh mengurai kekusutan
Menenangkan kegalauan
Meyakinkan semua keraguan
Di setiap cangkir-cangkir teh yang kita tuang
Hanya ada tawa dan dukapun sirna
Rasanya bahagia
Renyah bergema di udara
Pernah di suatu pagi begitu adanya
Hanya pernah
Dan kini telah hilang wujudnya
Karena cangkir-cangkir telah pecah
Dan teh pun hanya meninggalkan pekatnya
