It Called “Destiny”
| Holaa…lama sekali nampaknya saya tidak menyentuh tuts keyboard, jika diingat-ingat tepatnya 10 hari sejak kecelakaan yang cukup membuat saya “terkapar” selama beberapa hari. It’s all about destiny! Sesuai judul yang saya munculkan diatas, semua memang sudah menjadi takdir bagi saya untuk mengalami sebuah kecelakaan di hari Minggu malam 09 Oktober 2011 pukul 19.00 WIB. Sedikit flashback saja, pada saat itu saya beranjak pulang setelah bertemu seorang teman dan berbincang cukup lama dengannya di sebuah café di jl. Soekarno Hatta-Bandung. Setelah perbincangan selesai dan khawatir pulang terlalu malam, akhirnya kami beranjak pulang. Pulang tanpa firasat apapun, kami berdua berjalan ke tepi jalan,bermaksud menyebrang. Kondisi jalan pada saat itu tidak padat, namun memang sedikit gelap karena penerangan jalan yang ada kurang memadai. Jl.soetta yang cukup lebar dan kecepatan kendaraan yang rata-rata tinggi, mengharuskan kami menunggu hingga jalan benar-benar aman untuk disebrangi. Sebrangan pertama aman, kami kemudian menunggu di tengah pembatas jalan untuk sebrangan kedua. Ketika akan menyebrang kedua kalinya, dari jauh memang sudah terlihat sebuah motor, kami kemudian menyebrang karena masih mengukur jarak tersebut aman. Ketika sudah berada di tengah sebrangan, motor semakin mendekat,tetap melaju kencang dan tidak berusaha menghindar. Akhirnya tabrakan terjadi, menurut info saya tertabrak hingga terpental, kondisi rekan saya tidak begitu parah, karena posisi saya sebelah kiri dan arah motor dari arah kiri pula. Dampak dari kejadian tersebut saya kehilangan beberapa memori (Hingga saat ini masih dalam pemulihan dan tetap harus dilatih),tangan kanan retak, kepala memar, kaki kanan dijahit, dan kaki kiri luka-luka. Kondisi barang-barang yang saya bawa tidak jauh berbeda, kacamata pecah, smua gadget di dalam tas (laptop & handphone) pun dalam kondisi retak-retak. Namun, di atas smua yg terjadi saya bersyukur sekali karena masih diberi kekuatan dan kemampuan,alhamdulillah… Semoga Allah yang Maha Besar menganugerahkan pula pemahaman pada saya atas lautan hikmah dari kejadian ini. The last but not least… Terima kasih banyak kepada rekan, sahabat,saudara yang tak henti-hentinya memberi doa dan support, semoga Allah SWT membalas dengan yang lebih baik. Amin…
|
