galantri's posterous

« Back to blog

_Dream_

Dream

Merasa gundah seketika, hanya karena sebuah mimpi tadi pagi. Begitu menyakitkan (sepertinya) saat sebuah perpisahan di hadapan. Oh... adakah saat itu akan tiba? Melepasnya pergi dengan kerelaan yang dipaksa. Aku diam saja, mematung yang meraja, tak bicara dan tak menyalahkan apa. Aku hanya diam, sebagai wujud tiada dalam adaku. Untuk ke sekian kalinya…ya untuk ke sekian kalinya, kau harus lepas dari genggaman, terjatuh, dan pecah…oh gelas kristalku…

Lalu kapankah aku akan memunguti serpihannya dan mencoba menyusun kembali? Entahlah, hanya ada dua sisi pilihan, menjaganya dari jatuh agar tak pecah dan berderai. Atau merelakannya kembali terserak, kembali sakit, dan kembali membungkuk memunguti pecahannya. Suatu saat, ya… suatu saat akan terjawab. Tapi bolehkah aku mengadu? Aku telahpun lelah, berkali-kali membungkuk dan memunguti. Aku ingin menggenggam kuat agar ia tak jatuh kembali. Tapi bagaimanakah jika ia tak ingin ku genggam adanya (?) itu lain soal, aku pergi saja nampaknya… pergi jauh, dan melupakan semua yang kutulis saat ini. Selesai.

Akhir Bulan Awal,2010