[Dialog] Hujan-1
“Hujan aku ingin bicara
Datanglah segera!
Ini penting!”
Tak berapa lama butirannya jatuh
Manis menyapa dan mengucap “ada apa?”
“jangan gundah” ia kata
Bagai mengerti hatiku yang bergemuruh karena cerita
Aku : “Mimpi menggangguku tadi malam”
Hujan : “Tak usah kau anggap ada”
Aku : “Aku bersedih,berkali bersedih”
Hujan : “Sedih hanyalah sebuah sketsa, nyata itu bahagia”
Aku : “Ah…lupakanlah! kau memang (sok) bijak seperti biasa!”
Hujan : “Dan kau memang (sok) kuat seperti biasa!”
Hening seketika
Namun gerimis masih turun satu-satu
Ini pertanda hujan masih ada
Disini, di sisiku
Menemani dalam diam
Aku : “Hujan…apakah kau pernah bersedih”
Hujan : “Ya…tentu saja”
Aku : “Apa yang kau lakukan saat itu”
Hujan : “Menunggu…”
Aku : “Menunggu?”
Hujan : “Ya, menunggu”
Aku : “Sampai kapan?”
Hujan : “Sampai kau merasa bahagia”
Aku : “Hmm…”
Hujan : “Sedih hanya seketika, dan bahagia itu selamanya”
Aku : “Benarkah?”
Hujan : “Ya…”
Kembali terdiam
Kami tak bicara
Hujan masih turun satu-satu di luar sana
Dan ia pun turun satu-satu di sini
Di hatiku
Akhir Bulan Awal,2010
