galantri's posterous

« Back to blog

Bagaimana Kabarmu Adzkiya…?

Don_t_cry_by_photoimpact

                Aku melihatmu semalam, dalam sisi gelap sebuah mimpi. Termenung memandang kau yang telah lama tak kujumpai. Sahabat lama dengan berbagai kenangan manis semasa sekolah menengah, tak dapat terhapus begitu saja. Bertahun-tahun tak pernah ada kata, sapa, ataupun temu muka. Kini aku begitu bimbang, gundah tak menentu memikirkan keadaanmu, rindu akan sapa dan manjamu, rindu akan kedewasaanmu yang selalu menyejukan, rindu akan tawa renyah yang selalu dihambur ke udara, rindu akan pelukanmu di saat asa tak lagi ada, rindu akan semuanya, rindu akan dirimu…

                Hingga semalam aku terhenyak, lewat mimpi ia menyapa, melemparkan senyum manis yang tak akan pernah ku lupa. Namun semua begitu gelap, kau bukan seperti yang ku kenal dahulu, begitu rapuh, kusam dan penuh luka. Kau hanya memandangiku, menyentuhku perlahan dan kemudian berkata : “Kau begitu berbeda sekarang…sudahkah kau capai mimpimu di langit? Ah…pasti kau sudah mencapainya, tak seperti aku ini yang terbang pun tak kuasa, sayapku telah lupa kusimpan dimana. Terbanglah…terbanglah tinggi…dan jika kau telah sampai ke langitmu, senyumlah padaku dari sana, itu cukup untukku merasa bahagia”

                Aku tak dapat menjawab kata-katamu, hanya dapat menitikkan air mata seraya mengecup kedua tanganmu berkali-kali. Tangan yang bergaris luka dan kerja keras, aku mengelusnya dengan lembut, seakan tak ingin pecahkan setiap guratannya yang rapuh. Tangisku semakin menjadi, hingga akhirnya kau berkata kembali: “Jangan menangis, kau harus lanjutkan perjalananmu…jangan hiraukan aku, pertemuan ini cukup untuk melepas rinduku padamu…pergilah…”

                Aku terbangun dengan rasa sesak di dada, tak ingin rasanya terbangun saat itu. Lalu diam menyelimuti malam, tertunduk dalam kepasrahan, dalam hati aku berbisik perlahan “Bagaimana kabarmu Adzkiya…?”

 

Penghujung Oktober 2009