1.1.11
Tanggal 31 Desember 2010 kemarin, dengan tiba-tiba dan tanpa rencana saya memutuskan untuk sekedar mencari kesegaran di Kota Sukabumi. Berawal dari ketidaksengajaan berakhir dengan sebuah perjalanan yang mengesankan, berikut catatannya:
31 Desember 2010
10.30 am
Perjalanan dimulai…karena ada beberapa urusan yang harus dilakukan jadi perjalanan dilakukan agak siang, tapi it’s ok! tetap ternikmati ko, hehe… tujuan pertama menuju Tamim.
11.00 am
Daerah pusat kain di Bandung dengan bangunan lama membuat saya tergoda untuk berjalan-jalan sebentar (bener-bener jalan kaki loh…). Tak lama berjalan bertemulah saya dengan dua gerobak jajanan yang cukup menggugah, batagor dan es cendol (perpaduan yang tepat bukan…^_^). Singkat cerita duduklah saya menikmati segelas es cendol lengkap dengan alpukat, potongan nangka , dan peuyeum (baru kali ini liat cendol selengkap ini,hehe…) beserta semangkuk batagor kuah plus potongan acar segar. Tak sangka dengan harga, saya pun mencatat tekad untuk kembali dan makan lagi disini, secangkir Es Cendol super lengkap seharga Rp.4000 dan Batagor plus acar seharga Rp.5000 membuat saya menjadi amat sangat siap melanjutkan perjalanan, here we go!
14.00 pm
Sebelum sampai di sukabumi, perjalanan terhenti karena saya tergoda untuk mencoba “kulit goreng” yang direkomendasikan abah (sebutan untuk kakak laki-laki saya) dan Teh Uti (kakak ipar). Sebuah warung nasi kecil yang kalo tidak salah namanya “Sari Sunda” ini bertempat di daerah Warung kondang-Cianjur. Tak berlama-lama, saya berhasil melanjutkan perjalanan dengan membungkus “bubuk kulit” (potongan sisa kulit sapi yang dimasak dengan bumbu-bumbu khusus).
14.30 pm
Sampai di kediaman Tatah di wilayah perkebunan teh Goal Para-Sukabumi dengan disambut suka cita hujan.
16.00 pm
Karena khawatir bahwa nanti malam akan terjadi kepadatan luar biasa di jalan oleh perayaan tahun baru, dan mengingat esok harinya tanggal libur, maka perburuan oleh-oleh dilakukan sore hari. Tempat pertama yang dituju adalah kawasan Bhayangkara (alamat tepatnya lupa). Bertempat di sebuah toko (atau lebih tepat disebut warung), saya membeli syrup pala (kesukaan mamah) dan kue unik yang disebut vavender. Kue berbentuk matahari ini rasanya lebih mirip kue nastar dalam ukuran besar dengan berbagai macam isian (biasanya kacang, nanas, dll).
Kue vavender isi kacang dan nanas
18.30 pm
Kembali ke rumah, kegiatan selanjutnya berisi obrolan santai ditemani segelas cokelat panas hingga larut, hmmm…nice… J
12.00 am
Menonton pertunjukan kembang api gratis di halaman rumah, watta wonderful night! :D
01 Januari 2010
06.00 am
Memulai hari dengan secangkir teh hangat (teh asli Goal Para)
06.30 am
Karena masing-masing dari kami sudah merasakan perut yang bergemuruh, maka pencarian sarapan pagi pun dimulai. Tujuan pertama adalah bubur simpang Cibeureum. Sebenarnya buburnya siy biasa, tapi pelengkapnya itu yang luar biasa. Bubur ayam dengan rasa kaldu yang gurih, dilengkapi suwiran ayam, kacang, bawang goreng dan seledri, ditutup dengan krupuk yang dicampur emping, sudah menjadikan bubur ini istimewa bagi saya. Namun ada yang lebih menarik lagi, bubur ini dilengkapi pula dengan risol, gorengan berisi bihun yang dibungkus kulit lumpia. Hmm..yummy.. ^_^ Dan yang lebih mengesankan adalah harganya yang hanya Rp. 3500 (risol dijual terpisah).
Bubur simpang Cibereum
Tak puas menyantap bubur, kami pun mampir ke “Bandros Mang Dede”. Penjual yang ramah&hangat, suasana pagi yang sejuk, gelak tawa pengunjung yang melihat Mang Dede “beratraksi” dengan bandros-nya, membuat pagi ini begitu luar biasa! Dari Mang Dede saya belajar sebuah totalitas kerja, semangatnya terpancar dan menjalar hangat, hingga siapapun yang datang dan melihat akan dapat merasakannya. Tahukah anda bahwa Mang Dede dengan jongko mungilnya itu melakukan promosi lewat facebook?! Luar biasa!!! (Sayang foto-nya belum bisa saya tampilkan karena kabel data yang entah dimana, next time ya!)
10.00 am
Perburuan kembali dimulai…kali ini batik sukabumi yang jadi sasaran. Karena niat saya ingin mengoleksi aneka kain nusantara, maka kesempatan kali ini tak disia-siakan. Ternyata tak semudah yang dibayangkan, hanya berbekal informasi singkat dari berita web tentang keberadaan galeri batik yang katanya ada di wilayah Cimanggah, dan mengingat wilayah Cimanggah bagian mananya pun masih belum jelas, maka perjuangan kali ini ternyata belum menghasilkan apapun selain es teh botol karena kehausan,wkwkwkwk… lain kali dicoba lagi!
Berlanjut ke pusat kerajinan Sukabumi dengan harapan menemukan batik disana ternyata berakhir hampa pula, karena pusat kerajinan ikut libur tahun baru, hmmm L
Akhirnya disana cuman berhasil foto-foto aja.
Duduk dengan kecewa
16.00 pm
Akhirnya harus beranjak pulang (T.T)
16.30 pm
Mampir ke kota, beli oleh-oleh Mochi Arjuna pesenan Babap
17.00 pm
Karena perjalanan pulang melewati kota Cianjur, akhirnya saya putuskan untuk mampir sebentar di kediaman Nie, beruntung dia sedang tidak diharuskan kerja paksa di hari libur, wkwkwk.. ^_^
Me and Nie
Teringat dengan foto-foto yang belum saya copy selama perjalanan di Bogor, bergegas kami ke ruang atas untuk kegiatan copas alias copy-paste, hehe…
Proses Copy-Paste Foto
Setelah menghabiskan cokelat, kue putri salju, makan nasi plus ikan goreng dadak, dan ditutup Strawbery Raisin Ice Cream, kami pun kekenyangan dan mohon pamit pulang (tamu tidak tahu diri, hihihi). Pertemuan singkat yang mengesankan sekali, sekaligus penghaturan ucapan selamat hari lahir untuk mamah nie, menjadikan suasana semakin tak terlupakan. Tapi apa daya, kami tetap harus melanjutkan perjalanan pulang.
18.30 pm
Perjalanan pulang menuju Bandung
21.00 pm
Sampai di rumah Bandung, mandi, shalat, tidur dan menutup hari dengan indah… ^_^
